CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Senin, 29 November 2010

Pengantar Bisnis_Bab 5

Manajemen dan organisasi
I. mI. Manajemen
1. Pengertian Manajemen
Manajemen merupakan suatu proses yang melibatkan kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian yang dilakukan untuk mencapai sasaran perusahaan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.
Peranan/ Metode dalam manajemen :
1. Mengetahui adanya persoalan
2. Mendefinisikan persoalan
3. Mengumpulkan data ,fakta ,dan informasi
4. Menyusun alternative penyeleseian
5. Mengambil keputusan dengan memilih salah satu alternative penyeleseian
6. Melaksankan keputusan serta melakukan tindak lanjut
Latar belakang sejarah manajemen
Bidang pelajaran manajemen berkembang dari ekonomi dalam abad 19. Pelaku Ekonomi klasik seperti Adam Smith dan John Stuart Mill memberikan teori teori pengaturan sumber daya| pengaturan sumber daya, produksi dan penetapan harga.Pada saat yang hampir bersamaan, penemu seperti Eli Whitney, James Watt, dan Matthew Boulton mengembangkan teknik produksi seperti Penetapan standar, prosedur kontrol kualitas, akuntansi biaya, penukaran bahan, dan perencanaan kerja.Pada pertengahan abad 19,Robert Owen, Henry Poor, dan M. Laughlin dan lain-lain memperkenalkan elemen manusia dengan teori pelatihan,motivasi,struktur organisasi dan kontrol pengembangan pekerja.Pada akhir abad 19, Pelaku ekonomi marginal Alfred Marshall dan Leon Walras dan lainnya memperkenalkan lapisan baru yang kompleks ke teori manajemen.Pada 1900an manajer mencoba mengganti teori mereka secara keseleruhan berdasarkan sains.Teori pertama tentang manajemen yang lengkap muncul sekitar tahun 1920. Orang seperti Henry Fayol dan Alexander Church menjelaskan beberapa cabang dalam manajemen dan hubungan satu sama lain.Peter Drucker menulis salah satu buku paling awal tentang manajemen terapan: “Konsep Korporasi” (Concept of the Corporation), diterbitkan tahun 1946. Buku ini muncul atas ide Alfred Sloan (chairman dari General Motors) yang menugaskan penelitian tentang organisasi.H. Dodge, Ronald Fisher, dan Thorton C Fry memperkenalkan teknik statistika ke dalam manajemen. Pada tahun 1940an, Patrick Blackett mengkombinasikan teori statistika dengan teori mikroekonomi dan lahirlah ilmu riset operasi.Riset operasi, sering dikenal dengan”Sains Manajemen”,mencoba pendekatan sains untuk menyelesaikan masalah dalam manajemen, khususnya di bidang logistik dan operasi.
Agar dapat memberi arah bagi kegiatan yang akan dilakukan atau digunakan untuk mengukur secara efektif agar dapat mencapai tujuan tersebut perusaha harus pandai mengelola faktor-faktor produksi yang berada didalam perusahaan contohnya : tenaga kerja, bahan baku, mesin, metode, uang, dan modal. Keenam faktor ini, perusahaan menggunakan fungsi-fungsi manajemen. Oleh karena itu, manajemen berpengaruh dalam tujuan perusahaan dan bidang lain lain yang menyangkut dengan bisnis.
Fungsi dan proses manajemen
Berdasarkan pengertian manajemen yang telah dikemukakan sebelumnya, manajemen memiliki fungsi-fungsi berikut:
1. Perencanaan
Perencanaan merupakan fungsi terpenting diantara semua fungsi manajemen. Maka perencanaan merupakan pedoman yang harus dipakai untuk mengarahkan tujuan tersebut.jadi perencanaan di perlukan untuk membawa perusahann ke sasaran atau tujuan yang ingin dicapainya dimasa yang akan datang.
Perencanaan mempunyai bentuk-bentuk berikut :
a. tujuan (objective)
Tujuan merupakan suatu kegiatan yang sedapat mungkin dicapai dalam jangka waktu tertentu.
b. kebijakan (policy)
Kebijakan adalah suatu pernyataan atau pengertian yang digunakn untuk mengambil keputusan terhadap tindakan-tindakan yang dijalani untuk mencapai tujuan.
c. Strategi
Strategi merupakan program yang dirancang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, yaitu bagaimana perusahaan akan melaksanakan misinya,strategi akan menetapkan alokasi sumber daya yang diperlukan.ketetapan waktu pelaksanaan merupakan factor utama yang perlu di perhatikan dalam menentukan strategi
d. Prosedur
prosedur merupakan serangkaian tindakan yang akan dijalankan untuk mempermudah pelaksanaan kegiatan perusahaan .
e. Aturan
aturan merupakan bagian dari prosedur dan merupakan tindakan yang spesifik.beberapa aturan sejenis dapat dikelompokkan menjadi suatu prosedur.
f. Program
program merupakan kombinasi dari kebijakan,prosedur,aturan,dan pemberian tugas yang disertai anggaran atau budget.
2. Pengorganisasian
Pengorganisasian dapat dikatakan sebagai proses penciptaan hubungan antara berbagai fungsi, personalis, dan faktor-faktor fisik, agar semua pekerjaan yang dilakukan dapat bermanfaat serta terarah pada suatu tujuan. Pengorganisasian merupakan bagian proses manajemen yang memiliki arti membagi pekerjaan diantara para individu dan kelompok serta mengkordinasi aktivitas mereka, agar setiap individu dapat mengetahui dengan jelas apa yang menjadi tugasnya sehingga mereka dapat berkerja sama dengan baik dalam suatu perusahaan, guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
3. Pengarahan
Tugas manajer adalah menyelaraskan tujuan perusahaan dengan tujuan individu agar tidak terjadi konflik dalam organisasi, untuk itulah diperlukan pengarahan, dalam bentuk tindakan yang mengusahakan agar semua anggota organisasi melakukan kegiatan yang sudah ditentukan kearah tercapainya tujuan.dalam hal ini manajer atau pimpinan dituntut untuk dapat berkomunikasi, memberikan petunjuk, berfikir kreatif, berinisiatif, meningkatkan kualitas, serta memberikan stimulasi kepada karyawan. Dengan demikian, kegiatan pengarahan ini banyak menyangkut masalah pemberian motivasi kepada bawahan, masalah kepemimpinan, serta masalah pengembangan komunikasi .
4. Pengendalian
Pengendalian merupakan aktivitas untuk menemukan, mengoreksi adanya penyimpangan-penyimpangan dari hasil yang dicapai, dibandingkan dengan rencana kerja yang telah ditetapkan sebelumnya.
Ciri-ciri manajer professional
Manajer professional adalah manajer yang mampu untuk menciptakan atau membuat kedua belah pihak senang, bahagia dan bangga .
1. Menyenangkan
2. Membahagiakan
3. Membanggakan
4. Memiliki hi tech (high technology )
5. Memilik hi touch (high touch )
Peranan Manajemen yang harus diperankan para Manajer :
1. Peran Interpersonal
Hubungan antara manajer dengan orang yang ada di sekelilingnya, meliputi ;- Figurehead / Pemimpin Simbol : Sebagai simbol dalam acara-acara perusahaan
a. Leader / Pemimpin : Menjadi pemimpin yag memberi motivasi para karyawan / bawahan serta mengatasi permasalahan yang muncul
b. Liaison / Penghubung : Menjadi penghubung dengan pihak internal maupun eksternal.
2. Peran Informasi
Peran dalam mengatur informasi yang dimiliki baik yang berasal dari dalam maupun luar organisasi, meliputi ;
a. Monitor / Pemantau : Mengawasi, memantau, mengikuti, mengumpulkan dan merekam kejadian atau peristiwa yang terjadi baik didapat secara langsung maupun tidak langsung.
b. Disseminator / Penyebar : Menyebar informasi yang didapat kepada para orang-orang dalam organisasi.
c. Spokeperson / Juru Bicara : Mewakili unit yang dipimpinnya kepada pihak luar
3. Peran Pengambil Keputusan
Peran dalam membuat keputusan baik yang ditentukan sendiri maupun yang dihasilkan bersama pihak lain, meliputi ;
a. Entrepreneur / Kewirausahaan : Membuat ide dan kreasi yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan kinerja unit kerja.
b. Disturbance Handler / Penyelesai Permasalahan : Mencari jalan keluar dan solusi terbaik dari setiap persoalan yang timbul.
c. Resource Allicator / Pengalokasi Sumber Daya : Menentukan siapa yang menerima sumber daya serta besar sumber dayanya.
d. Negotiator / Negosiator : Melakukan negosiasi dengan pihak dalam dan luar untuk kepentingan unit kerja atau perusahaan.
Keterampilan manajemen yang di butuhkan :
1. Keterampilan bahasa asing
Pada jaman modern seperti ini, penguasaan bahasa asing sudah menjadi syarat mutlak di semua perusahaan ketika mereka membuka lowongan pekerjaan. Karena itu, mereka yang menguasai bahasa asing seperti Inggris, Jepang, China, Jerman dan Perancis, acapkali lebih disukai dan diprioritaskan dalam ujian saringan masuk di sebuah perusahaan. Bidang kerja spesifik yang masuk kategori ini misalnya penterjemah, diplomat dll.
2. Keterampilan teknis tentang mesin
Saat ini, teknologi adalah mutlak diperlukan di semua bidang usaha. Bagian instalasi yang memperbaiki sebagian besar jaringan listrik suatu gedung, peralatan elektronik maupun merakit komputer. Insinyur, bagian telekomunikasi, ahli otomotif, ahli transportasi adalah sebagian diantara bidang kerja yang masuk dalam kategori ini.
3. Keterampilan dalam mengelola sumber daya manusia
Umumnya, perusahaan yang mempunyai pegawai lebih dari satu orang, tentu mempunyai masalah yang berhubungan erat dengan bagaimana melakukan interaksi timbal balik di perusahaan itu. Sehingga sudah pasti, sukses sebuah perusahaan sangat bergantung pada bagaimana para pegawai di semua lini perusahaan itu dapat saling bekerja sama. Mereka yang bergerak di bidang kerja ini umumnya memang memahami dan menangani segala kebutuhan para pekerja di suatu perusahaan.
4. Keterampilan di bidang pemrograman computer
Perusahaan masa kini telah sangat bergantung pada sistem komputerisasi yang canggih. Itulah sebabnya, mereka membutuhkan orang-orang yang mengerti secara detil seluk beluk program komputer. Jika Anda mempunyai keterampilan berupa penguasaan seluk beluk tentang HTML, Visual Basic, Unix atau SQL Server, Anda akan menjadi salah satu aset besar perusahaan dan berpeluang meningkatkan karir Anda.
5. Keterampilan mengajar
Sebagai bagian dari komunitas modern yang selalu berkembang setiap waktu, perusahaan masa kini kerap menginginkan anak buahnya mempuanyai pengetahuan yang multi dimensi, bahkan yang bukan bidang kerjanya. Sebab itu, kini banyak perusahaan menggaji pengajar khusus untuk meberikan kursus tambahan bagi karyawannya, misalnya perpajakan, bisnis manajemen, pelayanan sosial atau manajemen administrasi. Mereka yang memiliki pengetahuan multi disipliner semacam ini biasanya kerap ‘dikejar’ banyak perusahaan untuk memberikan ’short course’ bagi pegawai mereka.
6. Keterampilan manajemen keuangan
Seperti juga dalam keluarga, perusahaan juga membutuhkan perencanaan keuangan yang sistematis untuk kelangsungan hidup jangka panjangnya. Banyak perusahaan seringkali mendatangkan konsultan manajemen, investasi dan perencanaan keuangan yang ideal bagi masa depan perusahaan mereka. Oleh karena itulah, Anda yang mempunyai kemampuan di bidang akuntansi, perencana keuangan atau bisnis dan investasi, akan selalu menjadi incaran perusahaan-perusahaan.
7. Keterampilan ilmu kimia dan matematika
Banyak sekali kemajuan besar di dunia ini tercipta dari beragam penemuan di bidang kimia dan obat-obatan. Oleh karena itu, kebutuhan pasar kerja terhadap sumber daya manusia di bidang kimia, fisika, biologi ini akan selalu tinggi dan tidak akan pernah surut. Bidang kerja yang termasuk di dalamnya misalnya apoteker, ahli pangan dan obat-obatan, peneliti, dll.
8. Keterampilan memecahkan masalah
Berbagai tugas yang kita hadapi setiap harinya, baik secara personal dan juga dari segi bisnis merupakan hal yang kompleks yang kerap terjadi. Mereka yang mampu mengidentifikasi berbagai masalah, mencari solusi, membuat keputusan-keputusan yang efektif adalah nilai tambah yang paling dicari perusahaan. Yang masuk dalam kategori ini misalnya bidang kerja bisnis administrasi, konsultan manajemen, administrasi negara, ilmu pengetahuan, obat-obatan atau insinyur.
II. Organisasi
  1. Pengertian Organisasi
  • Organisasi adalah perserikatan untuk mencapai tujuan.
  • Organisasi dalam arti badan adalah sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.
  • Organisasi dalam arti bagan adalah gambaran skematis tentang hubungan kerja sama antara orang-orang yang terdapat dalam suatu badan untuk mencapai tujuan .
  • Organisasi dalam arti dinamis adalah proses penetapan dan pembagian pekerjaan,pembatasan tugas dan tanggung jawab, serta penetapan hubungan antara unsur-unsur organisasi, sehingga dapat bekerja dengan efektif untuk mencapai tujuan .
Organisasi terdapat tiga faktor atau unsur penting yaitu :
  • adanya sekelompok orang
  • adanya hubungan dan pembagian kerja diantara mereka
  • adanya tujuan yang ingin dicapai
  1. Bentuk organisasi
Dalam suatu organisasi, yang menjadi dasar adalah pembagian kekuasaan dan tanggung jawab. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada masing-masing struktur organisasi yang akan dibahas satu per satu dibawah ini :
  1. Bentuk Organisasi Garis
Bentuk ini merupakan nbentuk organisasi paling tua dan paling sederhana. Bentuk organisasi diciptakan oleh Henry Fayol. Biasa juga disebut dengan organisasi militer dimana cirinya adalah struktur organisasi ini relatif kecil, jumlah karyawan yang relatif sedikit, saling kenal, dan spesialisai kerja yang belum begitu rumit dan tinggi.
Kebaikannya;
  1. Kesatuan komado terjamin baik karena pimpinan berada pada satu tangan.
  2. Proses pengambilan keputusan berjalan dengan cepat karena jumlah orang yang diajak berkonsultasi masih sedikit.
  3. Rasa solidaritas dianatara karyawan umumnya tinggi karena saling mengenal.
Keburukannya;
  1. Seluruh organisasi tergantung pada satu pimpinan (satu orang) dimana bila pimpinan tersebut berhalangan maka organisasi tersebut akan mandek atau hancur.
  2. Ada kecenderungan pimpinan bertindak secara otokratis.
  3. Kesempatan karyawan untuk berkembang terbatas.
  1. Bentuk Organisasi Fungsional
Bentuk ini merupakan bentuk dimana sebagian atau segelintir pimpinan tidak mempunyai bawahan yang jelas karena setiap pimpinan berwenang memberikan komando pada bawahannya. Bentuk ini dikembangkan oleh FW Taylor.
Kebaikannya;
  1. Pembidangan tugas-tugas jelas.
  2. Spesialisasi karyawan dapat dikembangkan dan digunakan semaksimal mungkin.
  3. Digunakannya tenga-tenaga ahli dalam berbagai bidang sesuai dengan fungsinya.
Keburukannya;
a. Karena adanya spesialisasi kerja maka akan sulit untuk mengadakan tour of duty.
b. Karyawan lebih mementingkan bidangnya sehingga sukar untuk melaksanakan koordinasi.
  1. Bentuk Organisasi Garis dan Staff
Bentuk ini umumnya dianut oleh organisasi besar, daerah kerja yang luas, mempunyai bidang tugas yang beraneka dan rumit serta jumlah karyawan yang banyak. Bentuk ini diciptakan oleh Harrington Emerson.
Kebaikannya;
  1. Dapat digunakan pada setiap organisasi yang besar, apapun tujuannya, luas organisasinya,dan kompleksitas susunan organisasinya.
  2. Pengambilan keputusan lebih mudah karena adanya dukungan dari staf ahli.
  3. Perwujudan “the right man in the right place”lebih mudah terlaksana.
Keburukannya;
  1. Sesama karyawan dapat terjadi tidak saling mengenal, solidaritas sulit terbangun
  2. Karena susunan organisasinya yang koompleksitas, maka kesulitannya adalah dalam bidang koordinasi antar divisi atau departemen.
  1. Bentuk Organisasi Fungsional dan Staff
Bentuk ini merupakan kombinasi dari bentuk organisasi fungsional dan bentuk organisasi garis dan staff. Adapun kebaikan dan keburukan dari bentuk organisasi ini adalah juga merupakan kombinasi dari bentuk diatas.
Prinsip-prinsip organisasi
Agar organisasi berjalan baik, di perlukan pedoman atau prinsip dalam melaksanakan kegiatanya.prinsip-prinsip organisasi adalah :
1.perumusan tujuan dengan jelas
Bila akan melakukan suatu aktivitas, pertama-tama harus dijelaskan dulu tujuannya.bagi suatu organisasi,tujuan aktivitas itu akan berperan sebagai:
*pedoman kearah mana organisasi itu akan dibawa
*landasan bagi organisasi bersangkutan
*menentukan macam aktivitas yang akan dilakukan
*menentukan serangkaian program, prosedur ,koordinasi, integrasi, simplifikasi, dan mekanisasi
2.pembagian tugas
Dalam suatu organisasi , pembagian tugas merupakan suatu keharusan mutlak untuk menghindari terjadinya tumpang tindih dalam pekerjaan. Pembagian tugas akan menghasilkan departemen-departemen dan deskripsi tugas (job description) )masing-masing departemen sampai unit-unit terkecil dalam organisasi.
3.delagasi kekuasaan
Salah satu prinsip pokok dalam setiap organisasi adalah delagasi kekuasaan. Kepada setiap karyawan yang menduduki jabatan tertentu harus di delegasikan kekuasaan, atau wewenag yang di perlukan agar yang bersangkutan dapat melaksanakan tugas sebaik-baiknya.wewenang atau kekuasaan itu mempunyai aspek pengambilan keputusan , penggunaan peralatan , dan lain sebagainya.
4.rentangan kekuasaan
Yang dimaksud rentangan kekuasaan adalah berapa jumlah orang yang tepat menjadi bawahan seorang pemimpin, agar dia mampu memimpin , membimbing , dan mengawasi secara efektif
5.tingkat tingkat pengawasan
Tingkat pengawasan hendaknya diusahankan sesedikit mungkin.harus diusahakan agar organisasi sesederhana mungkin.selain memudahkan komunikasi , juga agar ada motivasi bagi setiap orang dalam organisasi untuk mencapai tingkat-tingkat tertinggi pada struktur organisasinya.
6.kesatuan perintah dan tanggung jawab
Menurut prinsip ini, seorang bawahan hanya mempunyai seorang atasan yang memberinya perintah dan menerima pertanggung jawaban terhadap pelaksanaan tugasnya
7.koordinasi
Adanya pembagian tugas dan bagian bagian serta unit-unit terkecil di dalam organisasi, cenderung menimbulkan kekuatan untuk memisahkan diri dari organisasi sebagai suatu keseluruhan .
Sebab keberhasilan dan kegagalan organisasi
Sebab keberhasilan dan kegagalan organisasi
sebab keberhasilan organisasi:
1. Kesatuan pimpinan dan perintah
2. Solidaritas yang tinggi
3. Pengambilan keputusan yang bijak dan cepat
4. Segala sesuatu yang berkaitan dengan masa depan suatu organisasi harus di musyawarahkan
5. Menjunjung tinggi nilai tanggung jawab dan disiplin
6. Kerja sama yang baik
Sebab kegagalan organisasi:
1. tidak adanya komunikasi yang baik antara anggota organisasi dan pemimpin
2. kekurang kompakan dalam organisasi
3. kurang disiplin
4. tidak bertanggung jawab pada suatu hal yang dikerjakan
5. kerja sama tidak terlalu baik
Read More
Fuad,M.2001.PENGANTAR BISNIS.Jakarta:Gramedia Pustaka Utama

Pengantar Bisnis Bab 4

Kewiraswastaan dan Perusahaan Kecil
Pengertian Kewiraswastan
Kewiraswastaan adalah kemampuan seseorang menginvestasikan dan mempertaruhahkan waktu,uang,dan usaha,untuk memulai suatu perusahaan agar dapat berhasil. Melalui upaya yang dijalankan, yang bersangkutan merencanakan dan mengharapkan kompensasi dalam bentuk keuntungan disamping juga kepuasaan.
Pengertian wiraswasta dalam istilah berasal dari dua kata, yakni ‘wira’ dan ‘swasta’. Wira memiliki arti berani, utama, atau perkasa. Sedangkan swasta ternyata juga berasal dari dua kata, yakni ‘swa’ dan ‘sta’. Swa artinya sendiri, dan sta, berarti berdiri. Jadi, swasta bisa dimaknai berdiri di atas kekuatan sendiri. ( Wasty Soemanto, 1984 : 43). Jadi pengertian wiraswasta ialah keberanian, keutamaan, atau keperkasaan dalam berusaha dengan bersandar pada kekuatan sendiri.
Istilah wirausaha atau wiraswasta merupakan terjemahan dari kataentrepreneurshipEntrepreneurship sendiri berasal dari bahasa Perancis yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan arti between taker atau go-between. Dalam kepustakaan bisnis beberapa sarjana Amerika,entrepreneurship diartikan sebagai kegiatan individual atau kelompok yang membuka usaha baru dengan maksud memperoleh keuntungan, memelihara usaha itu dan membesarkannya, dalam bidang produksi maupun distribusi barang-barang ekonomi maupun jasa. Kewiraswataan disebut juga denganentrepreneurship.
Wirausaha atau wiraswasta harus memiliki pribadi yang memiliki kemampuan untuk :
1. Berdiri diatas kekuatan sendiri.
2. Mengambil keputusan untuk diri sendiri.
3. Menetapkan atas tujuan dasar pertimbangan sendiri.
4. Menggerakan perekonomian masyarakat untuk maju kedepan .
5. Mengambil resiko.
6. Memanfaatkan kesempatan yang ada.
7. Supel dan fleksibel dalam bergaul, mampu menerima kritik untuk membangun, komunikasi yang efektif dengan orang lain.
8. Belajar dari pengalaman.
9. Memiliki semangat bersaing.
10. Kerja keras dan motivasi yang tinggi.
11. Rasa percaya diri atas kemampuan yang dimiliki.
12. Tingkat energinya tinggi.
13. Tegas
14. Menguasai berbagai pengetahuan,dan masih banyak lagi.
Peranan wiraswasta atau wirausaha, antara lain:
1. Mencari keuntungan bisnis.
2. Membawa perusahaan kearah kemampuan, perkembangan, serta kontinuitas.
3. Memperkenalkan hasil produksi.
4. Memperkenalkan cara produksi baru.
5. Memperkenalkan hasil produksi yang lebih maju.
6. Membuka pasar.
7. Merebutkan sumber bahan mentah ataupun setengah jadi.
8. Melaksanakan bentuk organisasi perusahaan baru.
Unsur-unsur Penting Wiraswasta atau Wirausaha
1. Unsur pengetahuan
Unsur ini mencirikan tingkat penalaran yang dimiliki seseorang karena unsur pengetahuan mencakup pendidikan, semakin tinggi dan luas pendidikan seseorang semakin luas pula pengetahuannya, maka dari itu wiraswasta dituntut untuk mempunyai keluasaan pengetahuan dan penalaran kemampuan yang tinggi.
2. Unsur keterampilan
Unsur ketrampilan wiraswastawan yang dilengkapi dengan keterampilan tinggi akan mempunyai peluang keberhasilan yang lebih tinggi pula karena keterampilan yang dimiliki memudahkan untuk memperlancar suatu penyelesaian berbagai tugas.
3. Unsur sikap
Sikap mental menggambarkan reaksi sikap dan mental seseorang ketika menghadapi suatu situasi. Berswiraswasta dituntut adanya sikap mental yang fleksibel karena jika kondisi yang tidak menguntungkan terjadi mereka mampu menunda dan menangguhkan pelaksanaan suatu pekerjaan dan memikirkan jalan alternatifnya kesempatan yang lain.
4. Unsur kewaspadaan
Kewaspadaan pemikiran atau rencana tindakan untuk menghadapi sesuatu yang mungkin terjadi atau diduga yang akan dialami,dan untuk mengantisipasi keadaan yang akan terjadi dimasa yang akan datang.
Berwiraswasta atau wirausaha memperoleh keuntungan dan kerugian. Berikut penjelasannya, antara lain :
1. Keuntungan berwiraswasta ialah:
a. Kemungkinan untuk mengantur tingkat keuntungan yang diharapkan(semakin giat usaha dan waktu yang dicurahkan,akan semakin besar perolehan keuntungan yang dimiliki).
b. Memiliki wewenang untuk memerintah dan mengelola karyawan nya.
c. Melatih ketajaman intuisi bisnis ,meningkatkan sifat tanggung jawab terhadap diri sendiri(juga terhadap keluarga,dan bangsa).
2. Kerugian berwiraswasta ialah:
a. Tanggung jawab yang besar terhadap kelangsungan usaha.
b. Perlu menjaga relasi yang baik bagi pihak-pihak terkait dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan.
c. Menanggung beban akibat kerugian perusahaan,
d. Pencurahan waktu kerja.
e. Mampu membentuk pengorbanan lainnya yang berkaitan dengan keluarga.
Perusahaan kecil dalam lingkungan perusahaan
Usaha kecil merupakan usaha yang mempunyai jumlah tenaga kerja kurang dari 50 orang, atau berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1999 kategori usaha kecil adalah yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,00 (tidak termasuk tanah dan bangunan); penjualan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00; milik Warga Negara Indonesia, bukan afiliasi badan usaha lain (berdiri sendiri), dan berbentuk usaha perorangan, badan usaha, atau koperasi.
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Pengertian Usaha Kecil yaitu: Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah.
Cara-cara memasuki Perusahaan
1. Membeli perusahaan yang telah dibangun.
2. Memulai perusahaan baru.
3. Membeli hak lisensi.(franchising/waralaba)
Perkembangan Franchising di Indonesia
Perkembangan usaha waralaba di Indonesia saat ini dan dimasa yang akan datang mempunyai prospek yang baik dan semakin pesat kemajuannya karena dapat memberikan manfaat bagi franchisor dan franchiseenya maupun bagi konsumennya menyediakan kesempatan dalam berusaha dan lapangan kerja bagi angkatan kerja Indonesia.Waralaba juga dapat memperluas sarana dan akses pasar pagi produk-produk dan jasa Indonesia,peningkatan usaha waralaba pun dapat semakin meningkat karena perkembangan usaha semakin banyak macam yang bisa kita majukan.
Kiat-kiat memilih usaha Waralaba (Franchising)
1. Produk yang dijual harus disukai oleh semua orang contoh :dalam bidang makanan,rasa harus yang disukai semua orang.
2. Merek dagang produk harus yang sudah dikenal,paling sedikit di 5 negara dan merek tersebut dipublikasi kan di media-media.
3. Harus standar dalam segala aspek (produk,manajemen,tata ruang,dan lain-lain).
Jenis-jenis usaha yang potensial di waralabakan
Dari beberapa sektor bisnis waralaba yang sudah ada, masing-masing memiliki peluang dan potensi keuntungan yang berbeda-beda. Mungkin beberapa data berikut bisa menjadi pertimbangan anda sebelum menentukan akan berinvestasi waralaba di sektor mana, berikut jenis sektor usaha di bidang waralaba yang bisa dijajaki:
1. Jenis Usaha Waralaba Sektor Makanan
Pada tahun 2009, sektor makanan menjadi penyumbang terbesar dalam perputaran omzet bisnis waralaba di Indonesia. Menurut Dewan Pengarah WALI (Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia) , Amir Karamoy sektor ini masih akan menjadi primadona di tahun mendatang. Pasalnya, kebutuhan akan makanan dan minuman menjadi harga mati setiap orang. Ia menyarankan, masyarakat yang tertarik terjun ke bisnis makanan dan minuman bisa mencoba peluang di usaha es krim, yoghurt, fast-food, atau makanan kecil seperti donat.
2. Jenis Usaha Waralaba Sektor Ritel
Peminat sektor ritel terbilang paling tinggi tahun ini. Kontribusinya dalam perputaran bisnis waralaba menduduki peringkat kedua. Dewan Pengarah WALI Amir Karamoy masih melihat, tawaran waralaba atau kemitraan minimarket masih prospektif tahun depan. Kebutuhan masyarakat akan barang sehari hari turut menunjang perkembangan minimarket. Jangan heran, hampir di setiap lokasi perumahan selalu bisa kita jumpai minimarket. Tak jarang, letaknya saling berhimpitan.
3. Jenis Usaha Waralaba Sektor Jasa
Sepintas, sektor jasa terlihat sepele. Namun, justru karena sederhana, sektor ini bisa menjadi peluang yang sangat menarik di tahun 2010. Peluang usaha yang menarik di sektor ini misalnya bisnis jasa pencucian mobil dan motor, termasuk di antaranya jasa cuci helm. Banyak pihak meyakini, pemulihan ekonomi Indonesia akan mendongkrak pertumbuhan otomotif di Indonesia tahun depan. Ini menjadi berita baik bagi mereka yang ingin berusaha di sektor jasa otomotif.
4. Jenis Usaha Waralaba Sektor Farmasi
Salah satu subsektor bisnis ritel ini bakal menarik tahun depan. Terutama, bisnis apotek. Apalagi, pemerintah sudah menghapus ketentuan mengenai jarak antar apotek yang minimal 500 meter. Merujuk pengalaman pemilik jaringan waralaba apotek K-24 Gideon Hartono, omzet setiap gerai waralabanya bisa bertumbuh antara 15% hingga 60% dari tahun ke tahun. Ketergantungan masyarakat yang begitu tinggi terhadap obat-obatan dan vitamin menjadi penyebab utamanya.
Data-data tersebut mungkin penting untuk dijadikan pedoman dan pertimbangan sebelum memilih Jenis usaha waralaba yang akan dibeli, tentunya dengan mempertimbangkan kualitas perusahaan yang menawarkan. Dengan demikian kita bisa memilih waralaba yang benar-benar menguntungkan.
Ciri-Ciri Usaha Kecil
Ciri-ciri perusahaan kecil dan menengah di Indonesia, secara umum yaitu :
1. Manajemen berdiri sendiri, dengan kata lain tidak ada pemisahan yang tegas antara pemilik dengan pengelola perusahaan. Pemilik adalah sekaligus pengelola dalam UKM.
2. Struktur organisasi sederhana.
3. Modal disediakan oleh seorang pemilik atau sekelompok kecil pemilik modal, jangka waktu yang tidak panjang.
4. Persentase kegagalan perusahaan cukup tinggi.
5. Daerah operasinya umumnya lokal, walaupun terdapat juga UKM yang memiliki orientasi luar negeri, berupa ekspor ke negara-negara mitra perdagangan.
6. Ukuran perusahaan, baik dari segi total aset, jumlah karyawan, dan sarana prasarana yang kecil.
7. Kurangnya tenaga menejer yang handal.
Perbedaan antara kewirausahaan dan perusahaan kecil :
1. Perusahaan Kecil:
a. Umumnya dikelola pemilik
b. Struktur organisasi sederhana
c. pemilik mengenal karyawan
d. Prosentase kegagalan perusahaan tinggi
e. Kekurangan manajer yang ahli
f. Modal jangka panjang sulit diperoleh
2. Kewirausahaan atau kewiraswastaan:
a. Berpikir dan bertindak strategik, adaptif terhadap perubahan dalam berusaha mencari peluang keuntungan termasuk yang mengandung resiko agak besar dan dalam
mengatasi masalah.
b. Selalu berusaha untuk mendapat keuntungan melalui berbagai keunggulan dalam memuaskan langganan.
c. Berusaha mengenal dan mengendalikan kekuatan dan kelemahan perusahaan (dan pengusahanya) serta meningkatkan kemampuan dengan sistem pengendalian intern.
d. Selalu berusaha meningkatkan kemampuan dan ketangguhan perusahaan terutama dengan pembinaan motivasi dan semangat kerja serta pemupukan permodalan.
Kekuatan dan kelemahan perusahaan kecil
Kekuatan perusahaan kecil berkenan dengan kebebasannya untuk bertindak dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan stempatnya dan kelemahannya pun sebaliknya terutama yang berkaitan dengan spesialisasi,modal,dan jaminan pekerjaan terhadap karyawannya.
Keuntungan perusahaan kecil
Perusahaan kecil karena ruang lingkup layanannya relative kecil,sehingga penyesuaian terhadap adopsi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pasar dapat dilaksanakan dengan cepat .Penyesuaian dengan kebutuhan setempat dapat berjalan lebih baik terutama karena dekatnya perusahaan dengan masyarakat setempat,keeratan hubungan dengan pelanggan ,serta fleksibilitas penyesuain volume usaha dalam kaitannya dengan tuntutan perubahan selera pelanggannya.
Kelemahan perusahaan kecil
Perusahaan kecil biasanya yang punya modal adalah pemilik itu sendiri oleh karena itu terkadang upah tidak sesuai yang diinginkan oleh karyawan sedangkan perusahaan besar lebih besar upah dan mungkin lebih nyaman dan lebih dipandang oleh karena itu perusahaan kecil pada umumnya memiliki posisi lebih lemah dalam persaingan untuk mendapatkan tenaga kerja yang dimiliki kompetisi tinggi.
Mengembangkan perusahaan kecil
Untuk mengembangkan perusahaan diperlukan pertimbangan yang matang terhadap 3 hal:profil pribadi,profil perusahaan,serta paket pinjaman.pertimbangan yang matang untuk mengembangkan perusahaan,memerlukan kejelian yang terkait erat dengan kemampuan manajemen ,pemenuha kebutuhan modal,pemilihan bentuk kepemilikan perusahaan,dan strategi untuk memenangkan persaingan pasar.dan dengan faktor-faktor dibawah ini juga dapat mengembangangkan perusahaan, antara lain:
1. Pelayanan yang lebih baik.
2. Ruang yang lebih baik.
3. Kualitas lebih baik dengan harga sama.
4. Harga lebih murah dengan kualitas yang sama.
5. Tampilan yang lebih menarik,dll.
Tanda-tanda kegagalan
1. penjualan yang menurun
2. perbandingan utang semakin tinggi
3. biaya operasi yang semakin meningkat
4. pengurangan dalam modal kerja
5. penurunan dalam keuntungan
6. peningkatan kerugian
Kegagalan perusahaan kecil
1. kurangnya pengalaman manajemen
2. kurangnya modal
3. kurangnya promosi penjualan
4. ketidak mampuannya untuk menagih piutang yang macet
5. penggunaan teknologi yang sudah ketinggalan jaman
6. kurangnya perencanaan perusahaan
7. permasalahan kecakapan pribadi
8. kesalahan pemilihan bidang usaha,dll.
Read More
  1. http://galeriukm.web.id/artikel-usaha/memilih-jenis-produk-waralaba
  2. http://rohadieducation.wordpress.com/2007/09/01/pengertian-wiraswasta/
  3. http://id.shvoong.com/business-management/entrepreneurship/1941916-ciri-ciri-kewirausahaan-unggul-berhasil/
  4. Widyatmini. 1996. Pengantar Bisnis. Depok.: Gunadarma
  5. http://id.shvoong.com/social-sciences/economics/2037090-ukm-ciri-ciri-kelemahan-dan/
  6. http://nizsadynda.ngeblogs.info/2010/10/19/kewiraswastaan-dan-perusahaan-kecil/