CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Senin, 29 November 2010

Pengantar Bisnis Bab 4

Kewiraswastaan dan Perusahaan Kecil
Pengertian Kewiraswastan
Kewiraswastaan adalah kemampuan seseorang menginvestasikan dan mempertaruhahkan waktu,uang,dan usaha,untuk memulai suatu perusahaan agar dapat berhasil. Melalui upaya yang dijalankan, yang bersangkutan merencanakan dan mengharapkan kompensasi dalam bentuk keuntungan disamping juga kepuasaan.
Pengertian wiraswasta dalam istilah berasal dari dua kata, yakni ‘wira’ dan ‘swasta’. Wira memiliki arti berani, utama, atau perkasa. Sedangkan swasta ternyata juga berasal dari dua kata, yakni ‘swa’ dan ‘sta’. Swa artinya sendiri, dan sta, berarti berdiri. Jadi, swasta bisa dimaknai berdiri di atas kekuatan sendiri. ( Wasty Soemanto, 1984 : 43). Jadi pengertian wiraswasta ialah keberanian, keutamaan, atau keperkasaan dalam berusaha dengan bersandar pada kekuatan sendiri.
Istilah wirausaha atau wiraswasta merupakan terjemahan dari kataentrepreneurshipEntrepreneurship sendiri berasal dari bahasa Perancis yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan arti between taker atau go-between. Dalam kepustakaan bisnis beberapa sarjana Amerika,entrepreneurship diartikan sebagai kegiatan individual atau kelompok yang membuka usaha baru dengan maksud memperoleh keuntungan, memelihara usaha itu dan membesarkannya, dalam bidang produksi maupun distribusi barang-barang ekonomi maupun jasa. Kewiraswataan disebut juga denganentrepreneurship.
Wirausaha atau wiraswasta harus memiliki pribadi yang memiliki kemampuan untuk :
1. Berdiri diatas kekuatan sendiri.
2. Mengambil keputusan untuk diri sendiri.
3. Menetapkan atas tujuan dasar pertimbangan sendiri.
4. Menggerakan perekonomian masyarakat untuk maju kedepan .
5. Mengambil resiko.
6. Memanfaatkan kesempatan yang ada.
7. Supel dan fleksibel dalam bergaul, mampu menerima kritik untuk membangun, komunikasi yang efektif dengan orang lain.
8. Belajar dari pengalaman.
9. Memiliki semangat bersaing.
10. Kerja keras dan motivasi yang tinggi.
11. Rasa percaya diri atas kemampuan yang dimiliki.
12. Tingkat energinya tinggi.
13. Tegas
14. Menguasai berbagai pengetahuan,dan masih banyak lagi.
Peranan wiraswasta atau wirausaha, antara lain:
1. Mencari keuntungan bisnis.
2. Membawa perusahaan kearah kemampuan, perkembangan, serta kontinuitas.
3. Memperkenalkan hasil produksi.
4. Memperkenalkan cara produksi baru.
5. Memperkenalkan hasil produksi yang lebih maju.
6. Membuka pasar.
7. Merebutkan sumber bahan mentah ataupun setengah jadi.
8. Melaksanakan bentuk organisasi perusahaan baru.
Unsur-unsur Penting Wiraswasta atau Wirausaha
1. Unsur pengetahuan
Unsur ini mencirikan tingkat penalaran yang dimiliki seseorang karena unsur pengetahuan mencakup pendidikan, semakin tinggi dan luas pendidikan seseorang semakin luas pula pengetahuannya, maka dari itu wiraswasta dituntut untuk mempunyai keluasaan pengetahuan dan penalaran kemampuan yang tinggi.
2. Unsur keterampilan
Unsur ketrampilan wiraswastawan yang dilengkapi dengan keterampilan tinggi akan mempunyai peluang keberhasilan yang lebih tinggi pula karena keterampilan yang dimiliki memudahkan untuk memperlancar suatu penyelesaian berbagai tugas.
3. Unsur sikap
Sikap mental menggambarkan reaksi sikap dan mental seseorang ketika menghadapi suatu situasi. Berswiraswasta dituntut adanya sikap mental yang fleksibel karena jika kondisi yang tidak menguntungkan terjadi mereka mampu menunda dan menangguhkan pelaksanaan suatu pekerjaan dan memikirkan jalan alternatifnya kesempatan yang lain.
4. Unsur kewaspadaan
Kewaspadaan pemikiran atau rencana tindakan untuk menghadapi sesuatu yang mungkin terjadi atau diduga yang akan dialami,dan untuk mengantisipasi keadaan yang akan terjadi dimasa yang akan datang.
Berwiraswasta atau wirausaha memperoleh keuntungan dan kerugian. Berikut penjelasannya, antara lain :
1. Keuntungan berwiraswasta ialah:
a. Kemungkinan untuk mengantur tingkat keuntungan yang diharapkan(semakin giat usaha dan waktu yang dicurahkan,akan semakin besar perolehan keuntungan yang dimiliki).
b. Memiliki wewenang untuk memerintah dan mengelola karyawan nya.
c. Melatih ketajaman intuisi bisnis ,meningkatkan sifat tanggung jawab terhadap diri sendiri(juga terhadap keluarga,dan bangsa).
2. Kerugian berwiraswasta ialah:
a. Tanggung jawab yang besar terhadap kelangsungan usaha.
b. Perlu menjaga relasi yang baik bagi pihak-pihak terkait dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan.
c. Menanggung beban akibat kerugian perusahaan,
d. Pencurahan waktu kerja.
e. Mampu membentuk pengorbanan lainnya yang berkaitan dengan keluarga.
Perusahaan kecil dalam lingkungan perusahaan
Usaha kecil merupakan usaha yang mempunyai jumlah tenaga kerja kurang dari 50 orang, atau berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1999 kategori usaha kecil adalah yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,00 (tidak termasuk tanah dan bangunan); penjualan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00; milik Warga Negara Indonesia, bukan afiliasi badan usaha lain (berdiri sendiri), dan berbentuk usaha perorangan, badan usaha, atau koperasi.
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Pengertian Usaha Kecil yaitu: Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah.
Cara-cara memasuki Perusahaan
1. Membeli perusahaan yang telah dibangun.
2. Memulai perusahaan baru.
3. Membeli hak lisensi.(franchising/waralaba)
Perkembangan Franchising di Indonesia
Perkembangan usaha waralaba di Indonesia saat ini dan dimasa yang akan datang mempunyai prospek yang baik dan semakin pesat kemajuannya karena dapat memberikan manfaat bagi franchisor dan franchiseenya maupun bagi konsumennya menyediakan kesempatan dalam berusaha dan lapangan kerja bagi angkatan kerja Indonesia.Waralaba juga dapat memperluas sarana dan akses pasar pagi produk-produk dan jasa Indonesia,peningkatan usaha waralaba pun dapat semakin meningkat karena perkembangan usaha semakin banyak macam yang bisa kita majukan.
Kiat-kiat memilih usaha Waralaba (Franchising)
1. Produk yang dijual harus disukai oleh semua orang contoh :dalam bidang makanan,rasa harus yang disukai semua orang.
2. Merek dagang produk harus yang sudah dikenal,paling sedikit di 5 negara dan merek tersebut dipublikasi kan di media-media.
3. Harus standar dalam segala aspek (produk,manajemen,tata ruang,dan lain-lain).
Jenis-jenis usaha yang potensial di waralabakan
Dari beberapa sektor bisnis waralaba yang sudah ada, masing-masing memiliki peluang dan potensi keuntungan yang berbeda-beda. Mungkin beberapa data berikut bisa menjadi pertimbangan anda sebelum menentukan akan berinvestasi waralaba di sektor mana, berikut jenis sektor usaha di bidang waralaba yang bisa dijajaki:
1. Jenis Usaha Waralaba Sektor Makanan
Pada tahun 2009, sektor makanan menjadi penyumbang terbesar dalam perputaran omzet bisnis waralaba di Indonesia. Menurut Dewan Pengarah WALI (Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia) , Amir Karamoy sektor ini masih akan menjadi primadona di tahun mendatang. Pasalnya, kebutuhan akan makanan dan minuman menjadi harga mati setiap orang. Ia menyarankan, masyarakat yang tertarik terjun ke bisnis makanan dan minuman bisa mencoba peluang di usaha es krim, yoghurt, fast-food, atau makanan kecil seperti donat.
2. Jenis Usaha Waralaba Sektor Ritel
Peminat sektor ritel terbilang paling tinggi tahun ini. Kontribusinya dalam perputaran bisnis waralaba menduduki peringkat kedua. Dewan Pengarah WALI Amir Karamoy masih melihat, tawaran waralaba atau kemitraan minimarket masih prospektif tahun depan. Kebutuhan masyarakat akan barang sehari hari turut menunjang perkembangan minimarket. Jangan heran, hampir di setiap lokasi perumahan selalu bisa kita jumpai minimarket. Tak jarang, letaknya saling berhimpitan.
3. Jenis Usaha Waralaba Sektor Jasa
Sepintas, sektor jasa terlihat sepele. Namun, justru karena sederhana, sektor ini bisa menjadi peluang yang sangat menarik di tahun 2010. Peluang usaha yang menarik di sektor ini misalnya bisnis jasa pencucian mobil dan motor, termasuk di antaranya jasa cuci helm. Banyak pihak meyakini, pemulihan ekonomi Indonesia akan mendongkrak pertumbuhan otomotif di Indonesia tahun depan. Ini menjadi berita baik bagi mereka yang ingin berusaha di sektor jasa otomotif.
4. Jenis Usaha Waralaba Sektor Farmasi
Salah satu subsektor bisnis ritel ini bakal menarik tahun depan. Terutama, bisnis apotek. Apalagi, pemerintah sudah menghapus ketentuan mengenai jarak antar apotek yang minimal 500 meter. Merujuk pengalaman pemilik jaringan waralaba apotek K-24 Gideon Hartono, omzet setiap gerai waralabanya bisa bertumbuh antara 15% hingga 60% dari tahun ke tahun. Ketergantungan masyarakat yang begitu tinggi terhadap obat-obatan dan vitamin menjadi penyebab utamanya.
Data-data tersebut mungkin penting untuk dijadikan pedoman dan pertimbangan sebelum memilih Jenis usaha waralaba yang akan dibeli, tentunya dengan mempertimbangkan kualitas perusahaan yang menawarkan. Dengan demikian kita bisa memilih waralaba yang benar-benar menguntungkan.
Ciri-Ciri Usaha Kecil
Ciri-ciri perusahaan kecil dan menengah di Indonesia, secara umum yaitu :
1. Manajemen berdiri sendiri, dengan kata lain tidak ada pemisahan yang tegas antara pemilik dengan pengelola perusahaan. Pemilik adalah sekaligus pengelola dalam UKM.
2. Struktur organisasi sederhana.
3. Modal disediakan oleh seorang pemilik atau sekelompok kecil pemilik modal, jangka waktu yang tidak panjang.
4. Persentase kegagalan perusahaan cukup tinggi.
5. Daerah operasinya umumnya lokal, walaupun terdapat juga UKM yang memiliki orientasi luar negeri, berupa ekspor ke negara-negara mitra perdagangan.
6. Ukuran perusahaan, baik dari segi total aset, jumlah karyawan, dan sarana prasarana yang kecil.
7. Kurangnya tenaga menejer yang handal.
Perbedaan antara kewirausahaan dan perusahaan kecil :
1. Perusahaan Kecil:
a. Umumnya dikelola pemilik
b. Struktur organisasi sederhana
c. pemilik mengenal karyawan
d. Prosentase kegagalan perusahaan tinggi
e. Kekurangan manajer yang ahli
f. Modal jangka panjang sulit diperoleh
2. Kewirausahaan atau kewiraswastaan:
a. Berpikir dan bertindak strategik, adaptif terhadap perubahan dalam berusaha mencari peluang keuntungan termasuk yang mengandung resiko agak besar dan dalam
mengatasi masalah.
b. Selalu berusaha untuk mendapat keuntungan melalui berbagai keunggulan dalam memuaskan langganan.
c. Berusaha mengenal dan mengendalikan kekuatan dan kelemahan perusahaan (dan pengusahanya) serta meningkatkan kemampuan dengan sistem pengendalian intern.
d. Selalu berusaha meningkatkan kemampuan dan ketangguhan perusahaan terutama dengan pembinaan motivasi dan semangat kerja serta pemupukan permodalan.
Kekuatan dan kelemahan perusahaan kecil
Kekuatan perusahaan kecil berkenan dengan kebebasannya untuk bertindak dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan stempatnya dan kelemahannya pun sebaliknya terutama yang berkaitan dengan spesialisasi,modal,dan jaminan pekerjaan terhadap karyawannya.
Keuntungan perusahaan kecil
Perusahaan kecil karena ruang lingkup layanannya relative kecil,sehingga penyesuaian terhadap adopsi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pasar dapat dilaksanakan dengan cepat .Penyesuaian dengan kebutuhan setempat dapat berjalan lebih baik terutama karena dekatnya perusahaan dengan masyarakat setempat,keeratan hubungan dengan pelanggan ,serta fleksibilitas penyesuain volume usaha dalam kaitannya dengan tuntutan perubahan selera pelanggannya.
Kelemahan perusahaan kecil
Perusahaan kecil biasanya yang punya modal adalah pemilik itu sendiri oleh karena itu terkadang upah tidak sesuai yang diinginkan oleh karyawan sedangkan perusahaan besar lebih besar upah dan mungkin lebih nyaman dan lebih dipandang oleh karena itu perusahaan kecil pada umumnya memiliki posisi lebih lemah dalam persaingan untuk mendapatkan tenaga kerja yang dimiliki kompetisi tinggi.
Mengembangkan perusahaan kecil
Untuk mengembangkan perusahaan diperlukan pertimbangan yang matang terhadap 3 hal:profil pribadi,profil perusahaan,serta paket pinjaman.pertimbangan yang matang untuk mengembangkan perusahaan,memerlukan kejelian yang terkait erat dengan kemampuan manajemen ,pemenuha kebutuhan modal,pemilihan bentuk kepemilikan perusahaan,dan strategi untuk memenangkan persaingan pasar.dan dengan faktor-faktor dibawah ini juga dapat mengembangangkan perusahaan, antara lain:
1. Pelayanan yang lebih baik.
2. Ruang yang lebih baik.
3. Kualitas lebih baik dengan harga sama.
4. Harga lebih murah dengan kualitas yang sama.
5. Tampilan yang lebih menarik,dll.
Tanda-tanda kegagalan
1. penjualan yang menurun
2. perbandingan utang semakin tinggi
3. biaya operasi yang semakin meningkat
4. pengurangan dalam modal kerja
5. penurunan dalam keuntungan
6. peningkatan kerugian
Kegagalan perusahaan kecil
1. kurangnya pengalaman manajemen
2. kurangnya modal
3. kurangnya promosi penjualan
4. ketidak mampuannya untuk menagih piutang yang macet
5. penggunaan teknologi yang sudah ketinggalan jaman
6. kurangnya perencanaan perusahaan
7. permasalahan kecakapan pribadi
8. kesalahan pemilihan bidang usaha,dll.
Read More
  1. http://galeriukm.web.id/artikel-usaha/memilih-jenis-produk-waralaba
  2. http://rohadieducation.wordpress.com/2007/09/01/pengertian-wiraswasta/
  3. http://id.shvoong.com/business-management/entrepreneurship/1941916-ciri-ciri-kewirausahaan-unggul-berhasil/
  4. Widyatmini. 1996. Pengantar Bisnis. Depok.: Gunadarma
  5. http://id.shvoong.com/social-sciences/economics/2037090-ukm-ciri-ciri-kelemahan-dan/
  6. http://nizsadynda.ngeblogs.info/2010/10/19/kewiraswastaan-dan-perusahaan-kecil/

Pengantar Bisnis Bab 2

Perusahaan dan Lingkungan Perusahaan
Pengertian Perusahaan
Definisi yang dikemukakan oleh para ahli, yaitu:
Perusahaan dapat didefinisikan sebagai suatu organisasi produksi yang menggunakan dan mengkoordinir sumber-sumber ekonomi untuk memuaskan kebutuhan dengan cara yang menguntungkan.”
Unsur-unsur yang terdapat pada definisi di atas, antara lain :
1. Organisasi
Organisasi sebagai suatu bentuk dan hubungan yang mempunyai sifat dinamis,dalam arti dapat menyesuaikan diri kepada perubahan. Hakikatnya organisasi merupakan suatu bentuk dengan sadar diciptakan manusia untuk mencapai tujuan yang sudah diperhitungkan.Tujuannya menciptakan suasana kerja yang baik atau usaha mengadakan pembandingan sumber-sumber dan hasil terbaik organisasi sebagai suatu bentuk dan hubungan yang mempunyai sifat dinamis,dalam arti dapat menyesuaikan diri kepada perubahan
2. Produksi
Organisasi melakukan aktivitas produksi,yaitu semua usaha yang ditunjukan untuk menciptakan atau menaikan faedah(untility). Usaha-usaha produksi digolongkan kedalam :
a. Produksi Langsung
Produksi langsung merupakan usaha-usaha untuk menghasilkan atau mendapatkan barang secara langsung,ini diliputi:
  • Produksi Primer
Produksi primer yaitu usaha-usaha untuk mendapatkan bahan-bahan atau material langsung dari alam, seperti:perikanan,pertanian,dll.
  • Produksi Sekunder
Produksi sekunder yaitu usaha-usaha menggunakan bahan-bahan atau material untuk meningkatkan faeda atau mengolah menjadi barang lain,misalnya pembuatan kapal,gedung dan sebagainya
b. kegiatan yang membantu produksi langsung
Terdapat kegiatan lain yang membantunya disebut produksi tersier,meliputi:perdagangan besar,perdagangan kecil,impor,ekspor dan kegiatan lainnya seperti distribusi ,perbankan ,perusahaan ,peransuransian ,penelitian pasar dan perikanan.
3. Sumber Ekonomi
4. Kebutuhan
5. Cara-cara yang menguntungkan
Tempat Kedudukan Dan Letak Perusahaan
Tempat dan letak perusahaan merupakan salah satu faktor pendukung penting yang dapat menjamin tercapai suatu tujuan.Tempat kedudukan perusahan adalah kantor pusat perusahaan tersebut,pada umumnya dipengaruhi pada faktor kelancaran hubungan dengan lembaga-lembaga lain,seperti lembaga pemerintah,lembaga keuangan,dan pelanggan
Letak Perusahaan
Letak perusahaan adalah tempat perusahaan melakukan kegiatan pabrik yang mempengaruhi faktor ekonomi terutama biaya ,faktor yang mempengaruhi biaya adalah:
a. Harga bahan mentah
b. Tingkat upah buruh
c. Tanah
d. Pajak
e. Tingkat bunga
f. Biaya alat produksi tahan lama
g. Biaya atas jasa ketiga
Letak perusahaan dapat dibedakan menjadi 4 yaitu:
a. Terikat keadaan alam
b. Terikat sejarah
c. Terikat oleh pemerintah
d. Dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi
Perusahaan dan Lembaga Sosial
Permasalahan terpenting dalam menganalisis kegiatan perusahaan adalah perusahaan akan melakukan kegiatan produksinya hingga mencapai tingkat keuntungan maksimun.
Tujuan pendiri perusahaan
Tujuan pendirian perusahaan:
1. Ekonomis
Ekonomis berupaya agar perusahaan dapat mempertahanankan eksistensitasnya.Dalam hal ini perusahaan berupaya menciptakan laba,pelanggan,dan menjalankan upaya-upaya perkembangan dengan memusatkan perhatian pada kebutuhan masyarakatdengan produk yang berkualiatas,harga,kuantitas,pelayanannya.
2. Social
Perusahaan diharapkan untuk memperhatikan keinginan investor,karyawan,penyedia,faktor-faktor produksi,maupun masyarakat luas.
Dengan kedua tujuan tersebut saling mendukung dapat mencapai tujuan utama perusahaan ,yaitu memberikan kepuasan kepada keinginan konsumen.Meskipun disadari keuntungan bukan satu-satunya tujuan perusahaan,tetapi dengan tujuan-tujuan lain hanya akan tercapai jika perusahaan mampu tetap hidup berkembang dan memperoleh keuntungan.
Cara membedakan perusahaan dengan lembaga social terletak pada penekanan/prioritas perusahaan terhadap laba,kelangsungan hidup,dan tanggup jawab social. Lembaga social lebih mengutamakan prioritasnya pada tanggung jawab social. Sebaliknya,pada perusahaan yang berorientasi pada perolehan keuntungan,umumnya akan memfokuskan kegiatannya untuk meningkatkan nilai perusahaan hingga mencapai maksimun.
Perusahaan sebagai suatu system
System adalah suatu kesatuan dari unit-unit yang saling berinteraksi secara langsung ,maupun tidak langsung. Perusahaan adalah suatu system karena merupakan kombinasi dari sebagai sumber ekonomi yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi proses produksi serta distribusi barang dan jasa untuk mencapai tujuan tertentu antara lain keuntungan . Dalam pelaksanaan pencapain tujuan ekonomis perusahaan,hamper selalu terjadi interaksi antara perusahaan dengan lingkungannya. Interaksi menuntut perusahaan untuk mampu beradaptasi dengan lingkungannya,terutama dengan lingkungan eskternal yang pada umumnya tidak dikuasai langsung oleh perusahaan. Interaksi yang terjadi pada akhirnya akan muncul tanggung jawab social pada perusahaan kepada pihak-pihak yang berhubungan. Tanggung jawab social perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan yaitu:kepada pemilik modal dan investor,kepada lembaga penelitian,kepada pekerja,kepada konsumen/pelanggan, kepada perantara, kepada masyrakat, kepada pemerintah, kepada penyedia dan kepada pesaing.
Sifat system perusahaan
1. Komplek
2. Kesatuan unit
3. Sifatnya beragam
4. Sifat saling tergantungan
5. Sifatnya dinamis
Ciri-ciri perusahaan
1. Hak pemilikan kekayaan pribadi.
2. Insentif untuk laba.
3. Peluang untuk bersaing.
4. Kebebasan memilih dan melakukan kontak.
5. Operatif
6. Koordinatif
7. Regular
8. Dinamis
9. Formal
10. Lokasi
11. Pelayanan bersyarat.
Karakteristik Perusahaan
1. Spesialisasi
2. Saling Tergantung
3. Produksi Massa
Pengaruh lingkungan terhadap perusahaan
Kondisi bisnis banyak berpengaruh pada kehidupan kita. Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan mempunyai beberapa tanggung jawab pada kehidupan dan kesejahteraan manusia. Saat ini, masyarakat menuntut kepada perusahaan-perusahaan untuk mengemban tanggung jawab seperti itu lebih besar dari sebelumnya. Penentuan seberapa jauh perusahaan harus mengarah kepada tujuan-tujuan sosial yang mungkin dapat bertentangan dengan tujuan-tujuan ekonomi, jelas dapat menimbulkan dilema. Istilah tanggung jawab sosial menunjukan pertimbangan manejemen tentang pengaruh-pengaruh sosial disamping juga pengaruh ekonomi dari keputusan-keputusannya.
Pengertian lingkungan perusahaan
Lingkungan perusahaan dapat diartikan sebagai keseluruhan dari faktor-faktor ekstern yang mempengaruhi baik organisasi maupun kegiatannya. Sedangkan arti lingkungan secara luas mencakup semua faktor ekstern yang mempengaruhi individu, perusahaan, dan masyarakat. Faktor-faktor yang mempengaruhi perusahaan itu adalah luas dan banyak ragamnya,termasuk aspek-aspek ekonomi, politik, sosial, etika-hukum, dan ekologi dan sebagainya.
Perusahaan dalam masyarakat yang pluralistic
Masyarakat pluralistik adalah kombinasi dari berbagai kelompok yang mempengaruhi lingkungan perusahaan. Dalam masyarakat pluralistik terdapat banyak pusat kekuatan masing-masing mempunyai sifat mandiri.Berbagai kelompok tersebut dapat menyebarkan kekuatan dan mencegah terjadinya pemusatankekuatan pada satu segmen masyarakat saja.Hubungan-hubungan yang baik dapat terjadi dengan saling memberi melalui kompromi,bukannya dengan pemaksaan .Dalam hal ini,pluralisme mencerminkan uasaha manusia untuk mempertemukan kebutuhan dan kepentingan dari berbagai organisasi.

Macam-macam lingkungan dan pengaruh dalam perusahaan.
1. lingkungan fisik,energi,dan konservasi
Salah satu masalah yang sangat sulit diatas dan memerlukan biaya besar adalah berkaitan dengan lingkungan fisik. Beberapa kota di Indonesia.seperti Jakarta dan Surabaya sudah dirasakan semakin besarnya populasi udara dan air bahkan beberapa bagian kota lainnya yang begitu besar juga dirasakan sebagai pencemaran air tanah karena kondisi pemukimannya yang sangat banyak serta pembuangan limbah terlalu dekat dengan sumber air dan pengembangan energi nuklir sebagai sumber tenaga di Indonesia yang sedang dalam penelitian harus diperhatikan secara sesama.
2. lingkungan perekonomian dan perpajakan
Lingkungan ini banyak pengaruh dalam perusahaan karena perpajakan diwajibkan bagi semua penduduk Indonesia untuk membayarnya agar dinegara kita tetap maju dan rakyat yang semakin bertambah banyak dan rakyat miskin bisa mendapatkan bantuan maka dibuatlah pajak dan seluruhnya harus membayar dengan rutin.
3. lingkungan hukum
kebiasaan-kebiasaan,tradisi ,peraturan-peraturan ,konsitusi dan keputusan-keputasan suatu lembaga merupakan sumber darin sistem hukum yang berlaku.Kegiatan perusahaan berada didalam suatu kerangka hukum ,sehingga faktor hukum ini mempengaruhi keputusan-keputusan serta transaksi -transaksi dalam perusahaan.
manajer perusahaan harus mengambil kebijaksanaan yang tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku.disamping itu juga perlu pertimbangan besarnya keuntungan yang dapat dan resiko yang akan menghadapinya.
  1. lingkungan pemerintahan
ditunjukan untuk menciptakan kondisi perekonomian yang sehat.Hubungan ini menimbulkan berbagai macam kelompok kegiatan usaha dan akan berpengaruh terhadap perubahan sumber-sumber yang harus digunakan .ini didasarkan pada suatu anggapan bahwa seluruh biaya dari sumber tersebut akan dikeluarkan,termasuq biaya tenaga kerja atas penggunaan tenaganya,bunga atau kepada investor atas penggunaan kapitalnya dan sterusnya.
  1. lingkungan internasional
lingkungan internasional ini merupakan suatu konsep keseluruhan yang luas meliputi kegiatan dan masalah perekonomian didunia .keadaan perekonomian nasional menjadi saling terpengaruh dan saling tergantung pada masalah-masalah internasional.beberapa negara maju seperti amerika,jepang memegang peranan penting dalam perekonomian dunia .kekuatan ekonomi negara tersebut didukung oleh kegiatan dari perusahaan raksasa yang ada ,yang membuat kegiatan sebagai perusahaan multinasional.mereka juga melayani konsumen dari seluru dunia.

Perusahaan dan Lingkungan Fisik
  1. Makin terpusatnya penduduk
  2. Perkembangan tekhnologi
  3. Meningkatnya kemakmuran ekonomi
Faktor-faktor Iklim Bisnis
  1. Investasi
  2. Tabungan
  3. Pemerintahan
Masalah-masalah dalam Bisnis
  1. inflasi
  2. pengangguran
  3. produktivitas
Read more :
  1. http://google.com
  2. http://mietaolivia.blogspot.com/2010/10/pengantar-bisnis-minggu-ke2perusahaan_31.html

Pengantar Bisnis Bab 1

RUANG LINGKUP BISNIS
Pengertian dan Fungsi Bisnis
  1. Bisnis dalam arti luas adalah istilah umum yang menggambarkan semua aktifitas dan institusi yang memproduksi barang & jasa dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Bisnis sebagai suatu system yang memproduksi barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan masyarakat (bussinessis then simply a system that produces goods and service to satisfy the needs of our society) [Huat, T Chwee,1990].
  3. Bisnis adalah semua aspek kegiatan untuk menyalurkan barang-barang melalui saluran yang produktif dari membeli bahan mentah sampai dengan menjual barang jadi.
  4. Bisnis adalah kegiatan yang dilakukan oleh individu dan sekelompok orang(organisasi) yang menciptakan nilai(create value)melalui penciptaan barang dan jasa(create of good and service) untukmemenuhi kebutuhan masyarakat dan memperoleh keuntungan melalui transaksi.
Fungsi bisnis dilihat dari kepentingan mikro ekonomi dan makro ekonomi.
1.Fungsi Mikro Bisnis
a. Kontribusi terhadap pihak yang berperan langsung Pekerja/ Karyawan
Pekerja menginginkan gaji yang layak dari hasil kerjanya sementara manajer menginginkan kinerja yang tinggi yang ditunjukkan besarnya omset penjualan dan laba.
b. Dewan Komisaris memantau kegiatan dan mengawasi manajemen, memastikan kegiatan akan berjalan mencapai tujuan Pemegang Saham.
c. Pemegang saham memiliki kepentingan dan tanggungjawab tertentu terhadap perusahaan.
2.Fungsi Makro Bisnis
Kontribusi terhadap pihak yang terlibat secara tidak langsung
a. Masyarakat sekitar perusahaan
Memberikan kontribusi kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan.
b. Bangsa dan Negara tanggung jawab kepada bangsa dan Negara yang diwujudkan dalam bentuk kewajiban membayar pajak.
Aspek-aspek Bisnis:
1. Kegiatan individu dan kelompok Penciptaan.
2. Nilai Penciptaan barang dan jasa.
3. Keuntungan melalui transaksi.
Elemen dan Sistem Bisnis
1. Modal (capital) : Sejumlah uang yang digunakan dalam menjalankan kegiatan bisnis
2. Bahan-bahan(materials) : merupakan factor produksi yang diperlukan dalam melaksanakan aktifitas bisnis untuk diolah menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat.
3. SumberDayaManusia(SDM)KualifikasiSDM : Memiliki kemampuan kompetitif dan berkualitas tinggi.
4. ketrampilan Manajemen(Management Skill) : Sistem manajemen yang dijalankan berdasarkan prosedur dan tata kerja manajemen Capital Materials Human Resource Management Skill.
Jenis KegiatanBisnis:
1. Perdagangan
2. Pengangkutan
3. Penyimpanan
4. Pembelanjaan
5. Pemberian informasi
Karakteristik Sistem Bisnis
1. Kapitalisme
2. Sosialisme
3. Fasisme
4. Komunisme
Unsur-unsur penting dalam kegiatan Perekonomian , antara lain :
1. Manusia
2. Modal
3. Material
4. Metode
5. Manajerial
6. Mesin / peralatan
Sistem Pasar terbagi pada 4 bagian :
1. Monopoli
2. Monopsoni
3. Oligopoli
4. Pasar Persaingan Sempurna
Bentuk dasar kepemilikan bisnis:
1. Perusahaan perseorangan
2. persekutuan
3. perseroan
Tujuan bisnis, antara lain:
1. Melindungi usaha kecil dan menengah.
Kebijakan bisnis dibuat untuk melindungi usaha kecil dan menengah, karena mayoritas bisnis di negara kita ini di dominasi oleh usaha-usaha menengah ke atas. Kebijakan ini berguna untuk mencegah usaha kecil tersingkir dan tidak mempunyai lahan atau wilayah berusaha. Padahal justru usaha kecil ini yang perlu dikembangkan sehingga bisa menjadi lebih besar dan mempunyai daya saing.
2. Melindungi lingkungan hidup sekitarnya.
Melakukan bisnis atau usaha di negara kita ini memiliki aturan, dan itu diharuskan. Aturan tersebut bertujuan untuk tidak merusak atau memberi dampak negative kepada lingkungan hidup sekitar wilayah tempat usaha tersebut.Tidak dibenarkan jika membuang limbah ke tempat yang dimanfaatkan oleh penduduk sekita, seperti sungai. Dengan adanya kebijakan ini, maka para pebisnis juga akan meminimalisasikan dampak negative yang nantinya akan berimbas kepada penduduk dan lingkungan hidup sekitarnya.
3. Melindungi konsumen.
Bisnis yang baik adalah usaha bisnis yang mementingkan pelayanan kepada konsumen. Konsumen adalah raja yang perlu dilindungi. Konsumen jangan sampai dirugikan atau dikecewakan oleh karena mengkonsumsi jasa atau barang yang diproduksi dari para pebisnis tersebut. Segala yang diberikan kepada konsumen haruslah yang terbaik dan pelayannya pun harus prima. Jika konsumen merasa dilindungi dan mendapatkan yang terbaik dari para pebisnis tersebut, konsumen tidak segan-segan bekerja sama kembali.
4. Pendapatan pemerintah.
Banyaknya bisnis yang beroperasi di Negara kita ini tentunya juga memberikan keuntungan bagi negara kita juga. Bisnis yang beroperasi memiliki kewajiban untuk membayar pajak kepada pemerintah. Inilah yang sering kita sebut dengan devisa. Semakin banyak untung/laba yang diperoleh suatu uasaha bisnis, semakin besar pula ia harus membayar pajak Negara demikian sebaliknya. Devisa yang diperoleh tersebut digunakan lagi oleh pemerintah untuk melakukan pembangunan di tiap-tiap wilayah di Negara kita ini. Namun sering terjadi penyelewengan terhadap uang yang seharusnya menjadi hak rakyat ini ( korupsi ).
Hakikat Bisnis
Hakikat Bisnis adalah kebutuhan manusia yang berupa barang dan jasa yang harus dipenuhi kebutuhannya dengan usaha mendapatkan alat pembayarannya yaitu uang atau tukar-menukar barang ( barter ) yang saling menguntungkan di antara kedua belah pihak.
Alasan orang belajar bisnis:
1. Saling ketergantungan
Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya.
2. Usaha mempertahankan dan meningkatkan standar hidup.
Dengan bisnis seseorang dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya.
3. Kemajuan IPTEK.
Seseorang dapat berjualan melalui internet mengingat kemajuan teknologi yang semakin berkembang.
4. Hubungan internasional.
Seorang pengusaha yang telah mempunyai pasar, bisa dengan mudah mengekspor barangnya ke luar negeri.
5. Adanya era globalisasi.
Dengan berkembangnya era globalisasi, bisnis maju dengan pesat dan tumbuh dengan bermacam-macam bentuk bisnis.
Sistem perekonomian
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut.
Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi, antara lain :
1. Perekonomian Terencana (planned economies)
Sistem ini memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Ada dua bentuk utama perekonomian terencana, yaitu komunisme dan sosialisme. Sebagai wujud pemikiran Karl Marx, komunisme adalah sistem yang mengharuskan pemerintah memiliki dan menggunakan seluruh faktor produksi. Namun, lanjutnya, kepemilikan pemerintah atas faktor-faktor produksi tersebut hanyalah sementara; Ketika perekonomian masyarakat dianggap telah matang, pemerintah harus memberikan hak atas faktor-faktor produksi itu kepada para buruh. Uni Soviet dan banyak negara Eropa Timur lainnya menggunakan sistem ekonomi ini hingga akhir abad ke-20. Namun saat ini, hanya KubaKorea UtaraVietnam, dan RRC yang menggunakan sistem ini. Negara-negara itu pun tidak sepenuhnya mengatur faktor produksi. China, misalnya, mulai melonggarkan peraturan dan memperbolehkan perusahaan swasta mengontrol faktor produksinya sendiri.
2. Perekonomian Pasar (market economic)
Sistem ini menganut bahwa pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan. Perekonomian pasar bergantung pada kapitalisme dan liberalisme untuk menciptakan sebuah lingkungan di mana produsen dan konsumen bebas menjual dan membeli barang yang mereka inginkan (dalam batas-batas tertentu). Sebagai akibatnya, barang yang diproduksi dan harga yang berlaku ditentukan oleh mekanisme penawaran-permintaan.

3. Perekonomian pasar campuran (mixed market economies)

Perekonomian pasar campuran adalah gabungan antara sistem perekonomian pasar dan terencana. Menurut Griffin, tidak ada satu negara pun di dunia ini yang benar-benar melaksanakan perekonomian pasar atau pun terencana, bahkan negara seperti Amerika Serikat. Meskipun dikenal sangat bebas, pemerintah Amerika Serikat tetap mengeluarkan beberapa peraturan yang membatasi kegiatan ekonomi. Misalnya larangan untuk menjual barang-barang tertentu untuk anak di bawah umur, pengontrolan iklan (advertising), dan lain-lain. Begitu pula dengan negara-negara perekonomian terencana. Saat ini, banyak negara-negaraBlok Timur yang telah melakukan privatisasi—pengubahan status perusahaaan pemerintah menjadi perusahaan swasta.
Read More :